R RUAYA Initiative
Riset

STRATEGI KONSERVASI IN SITU HUTAN MANGROVE UNTUK PELESTARIAN POTENSI SUMBER TUMBUHAN OBAT

14 August 2025
Miswadi
62 Pembaca
STRATEGI KONSERVASI IN SITU HUTAN MANGROVE UNTUK PELESTARIAN POTENSI SUMBER TUMBUHAN OBAT

Mangrove merupakan ekosistem yang memiliki berbagai fungsi penting secara ekologi, sosial, dan ekonomi. Tumbuhan mangrove juga dikenal memiliki khasiat obat, dan telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit. Bersumber dari hasil-hasil penelitian, setidaknya terdapat 9 jenis mangrove yang teridentifikasi sebagai tumbuhan obat, meliputi:

  1. Rhizophora stylosa (Bakau Kecil) mengandung khasiat obat sebagai obat kencing manis, obat sari rapet, obat lelaki perkasa, obat stroke, obat darah tinggi, dan obat untuk menghilangkan bekas luka atau obat luka (Fitriya, 2021), serta berkhasiat untuk rematik, dan antioksidan (Prasetyo el al., 2023).
  2. Rhizophora apiculata (Bakau Putih) mengandung khasiat obat sebagai obat muntah, rematik, nyeri otot, TBC, dan luka luar (Abubakar et al., 2019), obat sakit perut (Santoso et al., 2021), obat haid, obat sakit kepala, obat deman dan obat diare (Fitriya, 2021).
  3. Lumnitzera racemosa (Sesup Putih) dapat digunakan untuk mengobati demam dan sakit kepala (Fitriya, 2021), obat herbal khususnya, obat demam (Silalahi et al., 2016).
  4. Calotropis gigantea (Biduri) mengandung khasiat obat sebagai obat koreng dan gatal-gatal (Santoso et al., 2021), serta obat luka (Sisiana & Misgiati, 2021).
  5. Sonneratia alba (Perepat) mengandung khasiat obat sebagai obat sakit pinggang, nyeri otot, sakit persendian, dan malaria (Abubakar et al., 2019), obat sakit kepala, deman dan obat diare (Fitriya, 2021), berkhasiat untuk antiseptik, rematik, demam (menurunkan panas), menurunkan darah tinggi, dan menurunkan kolesterol (Prasetyo el al., 2023), menurunkan kadar kolesterol (Nufalzuhdi, 2019), dan mengobati sakit perut (Henny et al., 2017).
  6. Avicennia marina (Api-api) mengandung khasiat obat sebagai obat luka bakar, penyakit dalam, penangkal nyamuk, dan gigitan hewan (Rupidara et al., 2020), obat menyeri haid, diabetes dan obat step (Fitriya, 2021), obat rematik, sakit gigi dan cacar (Santoso et al., 2021), obat rematik, cacar air, dan borok/bisul (Bandaranayake, 2002).
  7. Achantus ilicifolius (Jeruju) dapat digunakan untuk menurunkan kolesterol, meningkatkan vitalitas dan menjaga stamina (Prasetyo el al., 2023), serta mengobati rematik (Rumwaropen et al., 2019).
  8. Camptostemon schultzii (Kapok Bakau) dapat digunakan untuk mengobati sakit seperti memar, keseleo ataupun pegal-pegal (Rumwaropen et al., 2019).
  9. Heritiera littoralis (Dungun) dapat digunakan untuk mengobati sakit mata (mata merah) (Rumwaropen et al., 2019).

Namun, perkembangan ekonomi dan pembangunan wilayah sering kali mengancam kelestarian hutan mangrove, menyebabkan degradasi struktur vegetasi dan pengurangan luas lahan. Menurut Goldberg et al. (2020), aktivitas manusia menyumbang sebesar 62% menjadi penyebab utama hilangnya mangrove global, dan sebesar 38% disebabkan oleh faktor alam. Faktor antropogenik lebih besar karena pemanfaatan kayu dan lahan. Prianto et al. (2006) menyatakan bahwa kerusakan mangrove di Riau disebabkan penebangan yang berlebihan untuk pemenuhan kebutuhan panglong arang maupun kebutuhan bahan bangunan, konversi lahan untuk perluasan pemukiman, industri, pelabuhan maupun lahan budidaya. Sementara, Miswadi et al. (2017) menyatakan bahwa masyarakat Suku Asli di Sungai Liung Pulau Bengkalis menjadikan mangrove sebagai sumber ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan memanfaatkannya sebagai komoditas kayu cerocok, kayu bakar dan bahan baku arang bakau sehingga penebangan terhadap mangrove dilakukan secara rutin.

Hutan mangrove yang merupakan kawasan hutan negara di wilayah pesisir memiliki peluang untuk dikelola masyarakat untuk tujuan konservasi, secara lestari dan berkelanjutan, melalui perhutanan sosial dalam bentuk hutan desa. Berarti, perhutanan sosial dapat menjadi strategi untuk melakukan koservasi terhadap hutan mangrove, dan hutan desa menjadi salah satu bentuk skema perhutanan sosial yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mewujudkannya dimana hutan desa lebih mengedepankan fungsi perlindungan habitat dalam pengelolaannya.

Konservasi in situ hutan mangrove melalui perhutanan sosial dengan skema hutan desa, dapat menjadi strategi efektif untuk melestarikan potensi mangrove sebagai sumber tumbuhan obat. Hutan desa merupakan salah satu skema perhutanan sosial, sebagaimana Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 9 Tahun 2021 tentang pengelolaan perhutanan sosial, yang dapat menjadi bentuk ruang kelola rakyat terhadap kawasan hutan dengan ketentuan dan mekanisme yang diatur pemerintah. Hutan desa lebih menekankan perlindungan ekosistem sekaligus mengembangkan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan, yang dapat menjadi sumber ekonomi produktif bagi masyarakat setempat. 

Pendekatan berbasis masyarakat dan pengelolaan kolaboratif perlu diintegrasikan dalam strategi ini untuk memastikan tujuan dan sasaran konservasi dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat dalam upaya konservasi, diharapkan hutan mangrove dapat terjaga kelestariannya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir.

REFERENSI

Abubakar, S., Kadir, M.A., Wibowo, E.S., & Akbar, N. (2019). Manfaat mangrove bagi persediaan farmasitika di Desa Mamuya Kecamatan Galela Timur Kabupaten Halmahera Timur (tinjauan etnofarmakologis). Jurnal Enggano, 4(1): 12-25.

Bandaranayake, W. (2002). Bioactivities, Bioactive Compunds and chemical Constituents of Mangrove Plants. Journal of Wetlands Ecology and Mangrove, 10(6): 421-452.

Fitriya, M.P.T. (2021). Etnobotani dan konservasi tumbuhan mangrove oleh masyarakat Ra’as Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur. Malang: Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim.

Goldberg, L., Lagomasino, D., Thomas, N., & Fatoyinbo, T. (2020). Global declines in human-driven mangrove loss. Global Change Biology, 26(10): 5844-5855.

Henny, Diba, F. & Anwari, S. (2017). Tumbuhan mangrove yang berpotensi sebagai obat di kawasan PT. Kandelia Alam Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Hutan Lestari, 5(4): 1100-1110.

Miswadi, Ramses & Jhonnerie, R. (2017). Pemanfaatan kayu mangrove oleh masyarakat Suku Asli Sungai Liong Pulau Bengkalis. Jurnal Dinamika Maritim. 6(1): 35-39.

Nufalzuhdi, A. (2019). Karakterisasi aktivitas antikolesterol dari variasi konsentrasi ekstrak metanol teh hijau daun Sonneratia alba secara in vitro. Malang: Universitas Brawijaya.

Prasetyo, P., Duryat, Riniarti, M., Hidayat, W. & Maryono, T. (2023). Pemanfaatan mangrove sebagai tumbuhan obat oleh masyarakat (Studi kasus di Desa Bumi Dipasena Utama Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung). Ulin - Jurnal Hutan Tropis, 7(2): 153-160.

Prianto, E., Jhonnerie, R., Ramses, Hidayat, T. & Miswadi. (2006). Keanekaragaman hayati dan struktur ekologi mangrove dewasa di kawasan pesisir Kota Dumai - Propinsi Riau. Jurnal Biodiversitas, 7(4): 327-332.

Rumwaropen, Y.F., Nugroho, B. & Sineri, A. (2019). Dampak alih fungsi hutan mangrove terhadap ekonomi masyarakat di Telaga Wasti Sowi IV Manokwari Papua Barat. Jurnal Cassowary, 2(1): 30-48.

Rupidara, D.N.A., Tisera, W.L. & Ledo, M.E.S. (2020). Studi etnobotani tumbuhan mangrove di Kupang. Jurnal Ilmu dan Teknologi Lingkungan Tropis, 12(3): 875-884.

Santoso, M.S., Ardi, A.C., Rahmasari, M.A., Millenia, R.A., Bangun, J.A.C., Puspasari, A.D., Budi, N.P.N., Putra, R.W., Jovenski, T.D., Dampi, A., & Kristianto, I.I. (2021). Pemanfaatan buah mangrove menjadi olahan makanan/minuman di Desa Jangkaran, Kulon Progo. Jurnal Atma Inovasia (JAI), 1(1): 20-25.

Silalahi, E.S.P., Utomo, B. & Yunasfi. 2016. Identifikasi Jenis-Jenis Mangrove yang Bermanfaat Secara Ekonomi Bagi Masyarakat di Pulau Sembilan dan Pulau Kampai, Kabupaten Langkat. Peronema Forestry Science Journal, 5(1): 1-12.

Sisiana, C.P.P. & Misgiati. (2021). Mutu Fisik Sediaan Salep Ekstrak Daun Biduri (Calotropis gigantea) sebagai Obat Luka. Malang: Akademi Analis Farmasi dan Makanan Putra Indonesia Malang.

Bagikan tulisan ini:

Reader dialogue

Comments

0 contributions

Be the first to add a thoughtful response.