R RUAYA Initiative
Edukasi

SEKOLAH PANTAI INDONESIA: GERAKAN PEMBENTUKAN AGEN PERUBAHAN GENERASI CINTA BAHARI

14 August 2025
Miswadi
66 Pembaca
SEKOLAH PANTAI INDONESIA: GERAKAN PEMBENTUKAN AGEN PERUBAHAN GENERASI CINTA BAHARI

Sekolah Pantai Indonesia (SPI) merupakan program pendidikan lingkungan yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak tahun 2013 sebagai strategi mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim. SPI menargetkan siswa SMP dan SMA di wilayah pesisir untuk membentuk karakter Generasi Cinta Bahari melalui pendekatan Pendidikan Bahari dan metode pembelajaran 4A: Amati, Analisa, Ajarkan, Aksi. Untuk tahapan dalam menyelenggarakan SPI dilakukan melalui tahapan Bimbingan Teknis, Sosialisasi, dan Pembelajaran.

Tahapan dan Metode 4A dalam penyelenggaraan Sekolah Pantai Indonesia sebagaimana ilustrasi pada Gambar 1.

Gambar 1. Tahapan dan Metode 4A yang diterapkan dalam Sekolah Pantai Indonesia

Program ini mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler dan praktik lapang yang berfokus pada ekosistem pesisir (mangrove, terumbu karang, padang lamun), pencemaran pantai, dinamika pesisir, serta informasi iklim dan cuaca. Sepanjang tahun 2013-2024, SPI telah dilaksanakan di 57 kabupaten/kota di 26 provinsi, termasuk Riau.

Tahun 2019, Sekolah Pantai Indonesia diselenggarakan di Provinsi Riau yakni di SMA Negeri 2 Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, dan SMK Negeri I Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Pada tahun 2021, Sekolah Pantai Indonesia diselenggarakan di SMK Perikanan Provinsi Riau, Kota Dumai. Program SPI di Provinsi Riau berfokus pada ekosistem mangrove dan pencemaran (sampah), yang melibatkan 50 siswa di masing-masing sekolah. Hal ini karena ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang lebih dominan ditemukan di pesisir Provinsi Riau, sedangkan sampah merupakan permasalahan penting yang mencemari wilayah pantai di Provinsi Riau.

Evaluasi program menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) menunjukkan bahwa:

(1) Context: Sekolah Pantai Indonesia merupakan kegiatan pendidikan bernilai tambah berbasis lingkungan sebagai salah satu strategi mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim yang diarahkan untuk membentuk karakter lingkungan hidup bagi peserta didik pada jenjang pendidikan menengah.

(2) Input: Sekolah Pantai Indonesia diinisiasi dan diintervensi Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui serangkaian regulasi dan kebijakan sebagai input program sehingga dapat diselenggarakan di tingkat daerah guna membentuk generasi cinta bahari.

(3) Process: Sekolah Pantai Indonesia menerapkan Metode 4A (Amati, Analisa, Ajarkan, Aksi) sebagai metode pembelajaran dalam membentuk karakter lingkungan hidup, yang dalam prosesnya dilakukan melalui pembelajaran kelas dan praktik lapang tematik.

(4) Product: Sekolah Pantai Indonesia menghasilkan generasi cinta bahari yang memiliki pengetahuan mengenai laut, ekosistem pesisir, adaptasi perubahan iklim, dan mitigasi bencana serta Metode 4A sebagai bekal keberlanjutan implementasinya.

Rekomendasi strategis:

(1) Tenaga Pendamping SPI di masing-masing sekolah diharapkan dapat menjadi penanggung jawab untuk kegiatan ekstrakurikuler Sekolah Pantai Indonesia di setiap sekolahnya, dan diharapkan mampu melakukan transfer of knowledge kepada guru-guru di sekolah masing-masing agar dapat secara terus menerus mengajarkan modul pembelajaran SPI bagi para peserta didiknya.

(2) Kementerian Kelautan dan Perikanan diharapkan dapat melakukan monitoring perkembangan kegiatan Sekolah Pantai Indonesia pada setiap sekolah yang telah diberikan program melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi maupun Dinas Perikanan Kabupaten/Kota.

(3) Pengembangan Sekolah Pantai Indonesia pada sekolah-sekolah lainnya dapat difasilitasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi maupun Dinas Perikanan Kabupaten/Kota melalui dukungan APBD dan kolaborasi para pihak di daerah.

SPI terbukti efektif sebagai sarana pendidikan karakter dan peningkatan ketangguhan masyarakat pesisir. Upaya penguatan kelembagaan dan pendanaan menjadi kunci dalam menjamin keberlanjutan gerakan generasi cinta bahari.

Bagikan tulisan ini:

Reader dialogue

Comments

0 contributions

Be the first to add a thoughtful response.