R RUAYA Initiative
Riset

PEMANFAATAN ALAT PEMECAH OMBAK (APO) DALAM REHABILITASI MANGROVE DI DESA PAMBANG PESISIR, PULAU BENGKALIS

18 July 2025
Miswadi
37 Pembaca
PEMANFAATAN ALAT PEMECAH OMBAK (APO) DALAM REHABILITASI MANGROVE DI DESA PAMBANG PESISIR, PULAU BENGKALIS

Ekosistem mangrove memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas pesisir melalui perlindungan dari abrasi, penahan gelombang, penyimpan karbon, serta sebagai habitat bagi berbagai biota pesisir. Namun, degradasi mangrove akibat aktivitas manusia dan faktor alam seperti abrasi telah menurunkan luasannya secara signifikan, termasuk di wilayah pesisir Desa Pambang Pesisir, Pulau Bengkalis. Studi ini membahas strategi rehabilitasi mangrove di zona terbuka yang rentan terhadap gelombang dan arus kuat dengan pendekatan rekayasa ekologi melalui pemanfaatan Alat Pemecah Ombak (APO). Metode Hybrid Engineering (HE) yang menggabungkan struktur buatan dan vegetasi mangrove diaplikasikan untuk meredam energi gelombang dan memfasilitasi sedimentasi, sehingga menciptakan kondisi substrat yang sesuai untuk pertumbuhan mangrove. Hasil observasi menunjukkan bahwa pembangunan turap pantai sebagai APO berhasil memicu terbentuknya areal akresi seluas 80.359,4 m² dalam lima tahun, yang kemudian menjadi habitat alami bagi tumbuhnya 22 jenis mangrove, terdiri dari 12 jenis mangrove sejati dan 10 jenis asosiasi. Keberhasilan ini juga mendorong partisipasi masyarakat dalam penanaman mangrove sebagai upaya pengayaan vegetasi. Temuan ini menegaskan bahwa strategi rehabilitasi berbasis struktur fisik seperti APO efektif dalam mendukung pemulihan ekosistem mangrove di zona terbuka. Pendekatan ini tidak hanya merehabilitasi ekosistem secara ekologis, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan sosial bagi masyarakat pesisir. Pengalaman Desa Pambang Pesisir dapat menjadi referensi penting bagi program rehabilitasi mangrove berkelanjutan di wilayah pesisir lainnya di Indonesia.

Kata kunci: mangrove, abrasi, alat pemecah ombak (APO), hybrid engineering, rehabilitasi, Pambang Pesisir.


Unduh artikel

Bagikan tulisan ini:

Reader dialogue

Comments

0 contributions

Be the first to add a thoughtful response.